6 Adab Berpakaian dalam Perspektif Islam untuk Perempuan

adab berpakaian

Seorang perempuan memiliki lebih banyak aurat daripada pria di mana setiap bagian tubuhnya merupakan aurat kecuali telapak tangan dan wajah. Karenanya Islam menentukan adab berpakaian untuk perempuan walaupun tidak ditentukan desain dan bahan yang harus digunakan. Oleh karenanya hal tersebut perlu diperhatikan secara khusus agar sesuai dengan kaidah yang telah ditetapkan. 

Bahkan kehalusan serta kebaikan budi pekerti dalam berpakaian telah dijelaskan dalam al-Quran, surah al-A’raf ayat 26 yang menggambarkan bahwasannya pakaian diturunkan untuk menutup aurat, pakaian yang indah untuk perhiasan, dan pakaian berupa ketakwaan adalah yang paling baik. Yang dimaksud dari pakaian takwa yakni sikap patuh terhadap perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Adab Berpakaian dalam Perspektif Islam 

Sebagai muslimah yang taat hendaknya kita lebih memperhatikan lagi tata cara berpakaian yang sesuai dengan syariat Islam. Sehingga apa yang dikenakan tidak melanggar hukum agama serta mengalirkan dosa pada diri sendiri.

Adanya adab berpakaian tersebut Allah tujukan demi kebaikan setiap hamba-Nya. Salah satunya yakni menyelamatkan umat muslim dari perilaku tidak senonoh akibat munculnya hawa nafsu karena ketertarikannya pada lawan jenis yang tidak menutup aurat. Lantas seperti apa adab untuk perempuan dalam berpakaian? Berikut beberapa penjelasannya.

1. Tidak Memperlihatkan Lekuk Tubuh dan Tipis

Sebenarnya apa tujuan dan adab berpakaian? Kedua hal tersebut untuk menjaga kondisi fisik setiap manusia, menutup aurat, dan juga menjaga seseorang dari syahwat. Karenanya Islam memberikan anjuran agar setiap muslimah hendaknya menggunakan pakaian yang tidak tipis.

Selain itu juga agar perempuan menghindari pakaian-pakaian yang dapat menunjukkan lekuk-lekuk tubuhnya. Seperti dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, mengatakan bahwa salah satu golongan umat nabi Muhammad SAW yang tidak akan mencium wanginya dan masuk dalam surga adalah mereka yang menggunakan pakaian bak telanjang, kepala mereka sebagaimana punuk unta (memiliki benjolan), dan mereka juga berlenggak-lenggok.

Adab berpakaian dalam hal ini terlihat jelas bahwa perempuan semestinya tidak menggunakan pakaian tipis dan pendek karena keduanya dapat memperlihatkan apa yang semestinya tidak dilihat. Dalam hal ini pakaian tipis bisa memperlihatkan kulit perempuan. Hal tersebut sebenarnya dikhawatirkan ada kaum lelaki yang tergoda oleh bujuk rayu setan hingga akhirnya melakukan perbuatan tidak terpuji dan merugikan pihak perempuan.

2. Menutup Aurat

Sebagai umat Islam seharusnya kita mengerti batasan-batasan dalam berpakaian, salah satunya agar menghindari pakaian yang mempertontonkan anggota tubuh kepada orang lain. Oleh sebab itulah sebaiknya perempuan menggunakan pakaian menutupi auratnya kecuali wajah dan juga telapak tangannya.

Adab berpakaian sebenarnya sudah ada sejak zaman Siti Hawa dan nabi Adam pada saat keduanya mendekati pohon yang dilarang didekati oleh Allah SWT. Hal ini pun dijelaskan dalam salah satu firman Allah dalam surah al-A’raf ayat 22. 

Dalam ayat ini dikabarkan bahwa syaitan telah membujuk nabi Adam dan Hawa untuk memakan buah terlarang itu menggunakan tipu dayanya. Kemudian, setelah keduanya mencicip buah tersebut maka tampaklah dengan jelas aurat-aurat bagi keduanya. Lantas mereka berdua (Adam dan Hawa) berusaha menutupinya menggunakan dedaunan surga. 

3. Tidak Memakai Wewangian

Pada saat keluar rumah sebaiknya setiap perempuan tidak memakai wewangian. Hal tersebut juga seperti mana yang telah dianjurkan oleh Islam. Hal ini bertujuan untuk menghindarkan perempuan dari berbagai fitnah duniawi.

Dengan tidak menggunakan wangi-wangian sudah menjadi usaha dalam memenuhi bagaimana cara berpakaian sesuai syariat Islam bagi perempuan. Seperti yang telah diketahui bahwa tanpa memakai wewangian pun perempuan sudah bisa memunculkan berbagai ‘fitnah’ di mana hal tersebut memungkinkan untuk mengundang perhatian dari laki-laki.

Apalagi jika sampai aroma harum yang terdapat dalam diri perempuan bisa saja membangkitkan hawa nafsu ataupun gairah. Meskipun mereka tidak melakukan hal negatif yang lebih membahayakan, tapi terkadang ada lelaki yang iseng menggoda dan merendahkan perempuan tersebut. Dengan begitulah semestinya setiap perempuan berusaha menjaga dirinya sendiri, seperti salah satunya dengan tidak menggunakan wewangian.

Bahkan sebuah hadits adab berpakaian dari Abu Musa Al Asy'ari yang diriwayatkan oleh An Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad, mengatakan bahwasannya Rasulullah pernah bersabda yang dalam perkataannya membahas tentang perempuan yang menggunakan wewangian dan melewati kaum pria hingga mereka mendapatkan baunya, maka perempuan tersebut dianggap sebagai wanita pezina. 

4. Menghindari Pakaian yang Akan Menyerupai Lelaki

Dalam Islam aturan yang satu ini sangatlah ditegaskan, bahwasannya perempuan tidak diperbolehkan untuk menggunakan pakaian ataupun berpenampilan seperti halnya laki-laki dan begitu juga sebaliknya. Bahkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari maupun Abu Hurairah, keduanya menjelaskan bahwa Rasulullah SAW akan melaknat kaum wanita yang berpakaian menyerupai kaum pria. Dan juga melaknat kaum pria yang mengenakan pakaian sebagaimana wanita.

Oleh karena itu adab berpakaian sangat penting untuk diperhatikan, termasuk dalam jenis pakaian yang akan digunakan sehingga tidak menyerupai lawan jenis. Sebab hal semacam ini akan dibenci oleh Allah dan juga nabi-Nya. 

5. Tidak Berfungsi untuk Perhiasan

Hendaknya pakaian yang digunakan oleh setiap perempuan muslimah tidak berguna sebagai alat memperindah perempuan yang memakainya di depan kaum lelaki. Hal tersebut bertujuan untuk menghindarkan munculnya fitnah untuk mereka, sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah dalam surah An-Nur ayat 31 yang mengatakan bahwa janganlah mereka (perempuan) memperlihatkan perhiasannya. 

Dengan begitulah dalam adab berpakaian perempuan harus menghindari pakaian yang bisa membuat lelaki tertarik hingga mereka menjadi tergoda dan terfitnah. Bahkan karena pakaian yang digunakan dengan tujuan memperindah tampilan di depan lelaki bisa sampai melanggar kehormatan perempuan tersebut. 

Pakian-pakaian yang termasuk dalam perhiasan yang terlarang yakni apa saja yang banyak dikenakan para perempuan glamor di zaman ini ketika mereka akan keluar rumah. Misalnya pakaian tenun dari sutra yang warna-warni dan terdapat banyak ukiran dari emas serta perak hingga tampak memesona di hadapan banyak orang. 

Selain itu dalam adab berpakaian juga menuntut umat muslimah agar menghindari pakaian yang dihiasi dengan berbagai warna dan gambar, terlebih jika mempunyai ‘ruh’ seperti manusia dan binatang. Dan juga menghindari pakaian yang mempunyai tulisan ataupun gambar yang dapat menimbulkan perpecahan, seperti tulisan yang mengandung unsur sara. 

Pakaian yang Longgar

Tak hanya menutup aurat, tapi untuk memenuhi aturan dalam berpakaian yakni dengan menggunakan pakaian yang longgar. Dengan demikian lekuk tubuh tidak akan tercetak sehingga dapat menjaga kesehatan kulit tubuh. Dan juga agar kulit mempunyai banyak ruang gerak serta memiliki ruang napas. Hal ini juga akan menyelamatkan perempuan dari tindakan yang diharamkan. 

Dalam adab berpakaian perempuan memang harus memperhatikan dengan baik hal-hal mana saja yang perlu ditaati dan dihindari demi kebaikan diri sendiri dan juga untuk memenuhi syariat Islam.

Bloom Shirt Rp. 325.000
Paris Premium Dusty Pink Rp. 121.500 Rp. 135.000

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Silakan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut:

HIJAB.ID
Ruko Puri Dago no. A3
Jl. Terusan Jakarta, Antapani, Bandung 40293
Jawa Barat - Indonesia

Copyright © 2026 Hijab.id - All Rights Reserved
Developed by BaliWS
Chat via whatsapp
HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli Headloop Mask

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Riau membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Medan membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Aceh membeli Hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Samarinda membeli voal plain

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bekasi membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bekasi membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Lampung membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Samarinda membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bandung membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Palembang membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Lombok membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Yogyakarta membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Makasar membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bekasi membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Samarinda membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Medan membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli voal plain

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli Homewear

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Purwakarta membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Tangerang membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Lombok membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bengkulu membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Cirebon membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Surabaya membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bogor membeli hijab 

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Lampung membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Surabaya membeli Headloop Mask

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Depok membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Surabaya membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Tangerang Selatan membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bali membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bandung membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Semarang membeli hijab