8 Cara Mencuci dan Menyimpan Hijab Dengan Benar Agar Awet

Cara Mencuci dan Menyimpan Hijab

Selain digunakan untuk menjalankan tuntunan agama, kini hijab berkembang sebagai item fashion yang populer. Tampil cantik dengan trend hijab yang kian beragam mulai desain dan warna. Menggunakan hijab bukan lagi halangan untuk tampil stylish.

Namun tahukan kamu cara agar hijabmu awet, tidak mudah kusut, warnanya tidak kusam apalagi rusak? Maka kamu harus tahu bahan hijab dan cara perawatannya, mulai dari cara mencuci hingga menyimpan. Dengan perawatan yang tepat, hijab yang dirawat dengan benar akan tetap awet dan terlihat baru meski sering dipakai.

Lalu bagaimana cara merawat hijab agar tetap terlihat baru meski sering dipakai, dicuci dan dijemur. Itulah mengapa kamu harus tahu merawat hijab sesuai bahan yang digunakan, serta telaten untuk memberikan perawatan terbaik.

Cara Mencuci Hijab yang Benar

Sebelum mulai mencari cara mencuci hijab yang tepat, kamu harus tahu bahan hijab yang digunakan. Pada umumnya bahan hijab terbuat dari bahan katun, paris, chiffon, linen dan sebagainya. Kenali karakter bahan yang digunakan dengan demikian kamu bisa lebih berhati-hati merawatnya.

Berikut cara yang dilakukan ketika mencuci hijab agar tidak cepat kusut dan kusam:

1. Pisahkan hijab

Sebelum mencuci, baiknya pisahkan dulu hijab berdasarkan dari perbedaan bahan dan warna. Sebab bahan hijab yang berbeda butuh perlakuan berbeda saat mencuci. Terutama perbedaan warna ditujukan pada bahan yang luntur, biasanya bahan-bahan kaos kebanyakan luntur. Untuk melindungi hijab lainnya dari kerusakan warna.

Setelah dipisah, cuci berdasarkan kategori berbeda dan jangan dicampur dengan cucian kotor lainnya. Khusus untuk bahan chiffon lebih baik langsung dicuci setelah sehari pakai, jangan menunggu besok.

2. Jangan gunakan sabun cuci

Kebanyakan orang, mungkin termasuk kamu biasa mencuci hijab dengan sabun cuci bersama dengan pakaian kotor lain. Tidak masalah jika bahan yang digunakan sama namun tidak baik untuk hijab dengan jenis tertentu. Sebab beberapa bahan hijab tidak boleh kena sabun cuci atau detergen biasa. Kecuali bahan kaos yang boleh dicuci dengan detergen.

Kamu dapat menggunakan sabun biasa untuk mencuci hijab. Hijab dengan perlakuan khusus seperti hijab berpayet bahkan hanya dapat dicuci menggunakan larutan sampo dan air. Begitu pula dengan hijab berbahan sutra harus menggunakan air sampo.

3. Jangan terlalu lama meredam hijab

Umumnya hijab tidak akan terlalu kotor, jadi tidak ada alasan merenda terlalu lama. Khususnya untuk hijab berbahan viscose yang tidak perlu direndam langsung cuci dan jemur. Merendam terlalu lama apalagi dengan detergen hanya akan merusak serat kain.

Jika dirasa hijabmu terlalu kotor atau bernoda, gunakan air hangat untuk merendam sebentar untuk hasil maksimal. Namun penggunaan air hangat hanya untuk hijab dengan bahan tebal, jika bahannya tipis lebih baik rendam menggunakan air dingin dan jangan terlalu lama.

4. Hindari menggunakan mesin cuci

Khusus untuk hijab lebih baik hindari menggunakan mesin cuci, terutama untuk hijab berbahan chiffon. Penggunaan mesin cuci dapat mengubah warna yang membuat hijab cepat kusam. Lebih baik cuci menggunakan tangan, tidak perlu mengeluarkan banyak tenaga karena cukup dengan dikucek-kucek sebentar.

Mencuci menggunakan tangan juga disarankan untuk hijab berpayet agar tidak merusak bagian payet. Jika mencuci hijab instan yang ada bagian spons atau disebut pet tidak perlu dikucek, cukup celupkan dalam air. Begitu pula ketika mencuci ciput pada bagian empuk-empuk jangan dikucek.

5. Trik menjemur hijab

Setelah hijab selesai dicuci, tahap selanjutnya adalah menjemur. Ketika menjemur tidak boleh asal jemur di bawah terik matahari. Hijab selalu lebih tipis dibandingkan pakaian lain, karenanya tidak perlu dijemur langsung di bawah sinar matahari. Pilihlah tempat yang rindang bahkan hijab dapat kering hanya dengan diangin-angin saja.

Khusus hijab berpayet hindari memeras bagian payet ketika akan menjemur agar tidak merusak bagian payet. Ketika menjemur usahakan tidak dijemur dengan posisi terlipat agar tidak meninggalkan bekas lipatan atau bahkan bekas sabun. Jangan biarkan hijab terlalu lama di jemur, gera angkat hijab ketika kering.

Cara Merawat Hijab yang Benar

Apakah setelah proses mencuci dengan benar perawatan hijab selesai? Tentu tidak. Agar hijab kamu lebih awet lakukan perawatan hijab setelah dicuci, dalam proses penyimpanan bahkan ketika digunakan. Dengan demikian hijabmu lebih awet dan selalu rapi.

Berikut cara merawat hijab setelah proses cuci selesai yang perlu kamu perhatikan.

1. Setrika dengan suhu rendah hingga sedang

Menyetrika hijab jangan menggunakan suhu terlalu panas, lebih baik gunakan suhu rendah hingga sedang bergantung bahannya. Lagi-lagi inilah pentingnya memahami bahan hijabmu. Jika disetrika pada suhu terlalu panas beberapa bahan bisa melar dan berapa bahan lain bisa mengerut. Untuk hijab yang tipis dan tidak mudah kusut, lebih baik tidak perlu disetrika.

Pada hijab berbahan viscose harus menggunakan suhu rendah atau lebih aman dilapisi dengan kain atau kertas. Sedangkan bahan kaos dan berpayet bisa disetrika pada suhu sedang namun jangan sampai terlalu panas agar tidak melar. Perhatikan pula bagian detail hijab seperti payet, bordir dan lainnya tidak disetrika.

2. Simpan dengan digantung

Penyimpanan hijab paling baik adalah dengan digantung baik dengan hanger atau gantungan khusus. Sekarang ada banyak jenis gantungan yang bisa digunakan seperti hanger komplement. Hal tersebut agar hijab tidak mudah kusut dan rusak.

Jika terpaksa tidak bisa digantung, misalkan terlalu menyita tempat, kamu dapat melipatnya. Namun lebih baik gunakan plastik khusus dan simpan dengan tanpa menumpukkan dengan pakaian. Pisahkan hijab berdasarkan favorit atau yang sering dipakai, agar mudah saat diambil dan tidak menghancurkan yang sudah tertata..

3. Gunakan jarum pentul atau bros yang tepat

Meski tampak sepele, penggunaan jarum pentul yang salah dapat merusak hijab kamu. Sebaiknya gunakan jarum pentul yang tajam dan tusukkan dengan tepat. Sebisa mungkin hindari menggunakan peniti, khususnya pada bahan rajut karena sering menyangkut. Jangan pula gunakan jarum berkarat.

Selain jarum pentul beberapa orang suka menggunakan bros untuk mempercantik tampilan. Pilih bros dengan jarum yang tajam dan tidak perlu menusuk berkali-kali. Khususnya untuk bahan viscose lebih baik tidak menggunakan jarum karena mudah berlubang.

Kunci untuk merawat hijab dengan baik adalah mengenal bahan hijab yang kamu miliki.mencari tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada kain tersebut. Sebab setiap bahan memiliki kualitas tekstur berbeda yang membutuhkan penanganan berbeda.

Itulah cara yang benar mencuci dan merawat hijab agar awet. Merawat hijab sama halnya menjaga kerapian agar barang yang dimiliki dalam hal ini hijab lebih terawat. Hijab yang terawat akan lebih awet yang artinya secara ekonomis juga dapat menghemat pengeluaran. Jadi keharusan untuk merawat hijab dengan baik dan tampil cantik setiap saat.

Bloom Shirt Rp. 325.000
Paris Premium Lime Rp. 121.500 Rp. 135.000

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Silakan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut:

HIJAB.ID
Ruko Puri Dago no. A3
Jl. Terusan Jakarta, Antapani, Bandung 40293
Jawa Barat - Indonesia

Copyright © 2026 Hijab.id - All Rights Reserved
Developed by BaliWS
Chat via whatsapp
HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Tangerang membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bekasi membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Aceh membeli Hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Cirebon membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Lampung membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Palembang membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bali membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli Homewear

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Surabaya membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bandung membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Medan membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Semarang membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Yogyakarta membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bogor membeli hijab 

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Surabaya membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Riau membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Tangerang Selatan membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Makasar membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Surabaya membeli Headloop Mask

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Medan membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Depok membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Samarinda membeli voal plain

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Samarinda membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Purwakarta membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bekasi membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli voal plain

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Lombok membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bekasi membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bandung membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Samarinda membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Lombok membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bengkulu membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli Headloop Mask

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Lampung membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli Hijab Instan