Sejarah Idul Adha, Ketika Rasa Cinta Diuji oleh Sang Pencipta

Sejarah Idul Adha

Sejarah idul adha berasal dari kisah seorang Nabi yang sabar luar biasa. Umat Islam di seluruh dunia memiliki dua hari raya yang dirayakan setiap tahun. Pertama, hari raya idul fitri yang didahului dengan ibadah puasa satu bulan penuh. Berselang sekitar dua bulan setelahnya, umat Islam kembali merayakan hari raya yaitu idul adha.

Mungkin Anda ingin tahu, idul adha tanggal berapa tahun 2021? Idul adha dirayakan umat Islam setiap tanggal 10 Zulhijjah berdasarkan kalender hijriah. Sedangkan berdsarkan kalender masehi, tahun ini idul adha jatuh pada hari Selasa, tanggal 20 Juli 2021.

Selain didahului oleh ibadah puasa selama dua hari, hariraya idul adha dirayakan dengan menyembelih beberapa jenis hewan.  Pada bulan Zulhijjah, bulan ketika idul adha dirayakan, sebagian umat muslim melaksanakan ibadah besar lain, menunaikan haji di tanah suci. Momen sejarah idul adha dan ibadah haji tidak dapat dipisahkan dari salah satu sejarah Islam paling dikenang, sejarah Nabi Ibrahim A.S.

Sejarah idul adha merupakan kisah yang penuh dengan teladan. Hanya manusia terpilih seperti Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang mampu melewati kisah hidup semacam itu. Simak kisah selengkapnya di sejarah idul adha singkat berikut.Kisah tentang perjalanan Nabi Ibrahim A.S. dan Nabi Ismail A.S. dalam membuktikan kecintaan kepada Allah.

Bermula dari Keinginan Memiliki Keturunan

Sejarah idul adha dimulai dari keinginan Nabi Ibrahim A.S untuk memiliki keturunan. Sudah lama Nabi Ibrahim A.S membina rumah tangga bersama Siti Hajar. Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun mereka tak kunjung dikaruniai buah hati. Mereka berdua tidak kenal lelah memohon kepada Allah agar di antara mereka segera dihadirkan seorang anak. Mereka berdua ikhlas dan bersabar sambil terus berdo’a.

Setelah sekian do’a dipanjatkan dan usaha dilakukan, semua itu akhirnya membuahkan hasil. Di usia yang tidak lagi muda, Nabi Ibrahim A.S. diberi kesempatan untuk menjadi orang tua. Seorang putera dilahirkan Siti Hajar dengan selamat. Putera yang amat dinanti-nantikan tersebut kemudian diberi nama Ismail. Baik Nabi Ibrahim A. S. maupun Siti Hajar sangat menyayanginya.

Di tengah suka cita luar biasa yang dirasakan Nabi Ibrahim A.S. kembali di uji oleh Allah. Ketika usia sang putera, Ismail menginjak belasan tahun, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim A.S untuk menyembelihnya. Perintah tersebut diturunkan sebagai pembuktian kecintaan Nabi Ibrahim A.S kepada Allah. Dari sinilah kisah sejarah idul adha berkaitan erat dengan kegiatan penyembelihan.

Ujian kali ini benar-benar luar biasa, Nabi Ibrahim A.S diharuskan memilih antara putera yang begitu diinginkannya atau ketaatan kepada Tuhannya. Nabi Ibrahim A.S berhasil mendapatkan keturunan setelah penantian sangat panjang. Namun kebahagiaan itu justru harus mulai diikhlaskan. Di sini lah sejarah idul adha Nabi ibrahim Nabi ismail begitu menginspirasi.

Mimpi tentang perintah teesebut datang berulang-ulang. Setelah dilanda kebimbangan, Nabi Ibrahim A.S menyampaikan perintah tersebut kepada Ismail. Sebagaimana kisah dalam Al-Qur’an surat As-Shaffat ayat 102, Ismail bersedia menjalankan perintah Allah kepada sang ayahanda dengan sabar. Sejarah idul adha kisah Nabi Ibrahim mengurbankan putranya.

Godaan dari Setan

Sejarah idul adha juga berkaitan dengan kegiatan ibadah haji. Setelah Nabi Ibrahim A.S. dan Ismail membulatkan tekat, setan berusaha untuk menggoyahkan keyakinan mereka. Awalnya, setan datang menggoda Nabi Ibrahim A.S. Setan berusaha mengusik keyakinan Nabi Ibrahim A.S. yang akan menyembelih putera kesayangannya.

Nabi Ibrahim A.S tidak menghiraukan godaan tersebut. Untuk meneguhkan hati, Nabi Ibrahim A.S melemparkan batu kepada setan.Peristiwa ini dikenang dengan ritual melempar jumrah ula saat ibadah haji.

Oleh karena setan tidak berhasil dalam usahanya menggoda Nabi Ibrahim A.S, maka setan berpindah kepada sang istri, Siti Hajar. Setan membisikkan kepada Siti Hajar bagaimana bisa suami sekaligus bapak dari puteranya justru tega menyembelih putera yang amat dikasihinya.

Setan harus kembali kecewa sebab Siti Hajar tidak sedikitpun terpengaruh. Sama seperti Nabi Ibrahim A.S, Siti Hajar memilih melemparkan sejumlah batu kecil kepada setan.

Setan masih belum menyerah dan melanjutkan usahanya. Kali ini setan menyasar Ismail. Setan mencoba menghadirkan keraguan dalam hati Ismail agar ia membatalkan niatnya mengorbankan diri. Namun ternyata, keyakinan Ismail sama sekali tidak dapat digoyahkan oleh setan.

Lagi-lagi usaha setan berujung kegagalan. Sama seperti yang dilakukan oleh kedua orang tuanya, Ismail memilih untuk melemparkan batu-batu kecil kepada setan. Ismail tetap pada pendiriannya untuk mengorbankan diri sebagai bukti kecintaan kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya.

Akhir yang Membahagiakan

Kisah sejarah idul adha berlanjut setelah berhasil melawan godaan setan, Nabi Ibrahim A.S. bersama Ismail berangkat ke tempat pelaksanaan penyembelihan. Ismail meminta sang ayahanda agar menajamkan pisau terlebih dahulu agar ia tidak merasakan sakit ketika disembelih. Ismail juga meminta diikat sebelum disembelih.

Di saat-saat menegangkan dari kisah sejarah idul adha tersebut, ternyata Allah menunjukkan kuasa. Allah mendatangkan kambing untuk menggantikan Ismail. Dari peristiwa ini lah, setiap tanggal 10 Zulhijjah dirayakan idul adhadengan cara menyembelih hewan kurban.

Tidak hanya kambing, tetapi juga unta, sapi, atau kerbau bisa digunakan sebagai hewan kurban. Momen hari raya kurban sekaligus digunakan untuk mengenang kisah sejarah idul adha.Ketabahan hati dan keikhlasan Nabi Ibrahim beserta istri dan puteranya memang patut dikenang sepanjang masa.

Nabi Ibrahim diuji atas sesuatu yang paling dicintai dan diinginkannya selama bertahun-tahun. Meski begitu, Nabi Ibrahim sekeluarga berhasil meneguhkan hati hingga meyakini bahwa perintah Allah memang harus benar-benar dilaksanakan. Seberat dan sesulit apapun, namun atas nama cinta kepada sang pencipta Nabi Ibrahim tidak memiliki keraguan sedikitpun. Makna idul adha sangatdalam.

Banyak pelajaran berharga yang dapat diambil dari kisah sejarah idul adha. Oleh sebab itu, alangkah baiknya Anda menyambut bulan zulhijjah dengan penuh suka cita sambil merenungi perjalanan hidup Nabi Ibrahim A.S. Ada amalan sunnah seperti berpuasa dua hari sebelum hari raya idul fitri yang bisa Anda lakukan.

Selain melakukan berbagai macam ibadah, Anda juga bisa menujukkan suka cita menyambut hari raya kurban dengan busana terbaik. Tidak ada salahnya Anda mengenakan pakaian bagus ketika merayakan idul adha sebagaimana ketika merayakan idul fitri.

Nah, jika Anda sedang mencari gaya pakaian yang cocok untuk merayakan idul adha, coba saja kunjungi hijab.id. Di sana Anda akan mendapatkan referensi aneka outfit muslimah yang kece. Berbagai model hijab, dress, atasan, maupun bawahan super gemas siap menjadi teman Anda merayakan idul adha.

Yuk, maknai kisah sejarah idul adha bersama hijab.id. Soal harga? Tenang saja, kantong Anda akan tetap aman terkendali. Jadi, tunggu apa lagi?

Ribbon Vest Black Rp. 325.000
Paris Premium Lime Rp. 121.500 Rp. 135.000

Artikel Lainnya

Tentang Kami

Silakan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut:

HIJAB.ID
Ruko Puri Dago no. A3
Jl. Terusan Jakarta, Antapani, Bandung 40293
Jawa Barat - Indonesia

Copyright © 2026 Hijab.id - All Rights Reserved
Developed by BaliWS
Chat via whatsapp
HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Lombok membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bekasi membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Medan membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Lombok membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bali membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Surabaya membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli Headloop Mask

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Aceh membeli Hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Palembang membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bogor membeli hijab 

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Surabaya membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Samarinda membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Surabaya membeli Headloop Mask

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Samarinda membeli voal plain

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Tangerang membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Lampung membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Riau membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bekasi membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Medan membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bandung membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Samarinda membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Lampung membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Depok membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Purwakarta membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli Homewear

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bandung membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli Hijab Instan

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Jakarta membeli voal plain

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Makasar membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Semarang membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Yogyakarta membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bengkulu membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Tangerang Selatan membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Cirebon membeli hijab

HIJAB.ID
hijab.id

Pembeli dari Bekasi membeli Hijab Instan