
Menjadi wanita itu istimewa karena ia adalah guru bagi anak-anaknya, sehingga ia wajib taat pada agamanya agar keluarganya diberkahi oleh Allah. Pernahkah Anda mendengar istilah itu? Menjadi wanita muslimah yang taat adalah idaman bagi setiap muslimah. Penyebabnya karena jika seorang perempuan menuruti suaminya dan mengerjakan rukun iman dan rukun islam, insya Allah akan diberi hadiah surga.
Namun bagaimana cara menjadi muslimah yang benar-benar patuh pada agamanya? Saat ini tidak usah pusing karena ada beberapa cara untuk meraih ketaatan yang berbuah surga. Anda tinggal melaksanakannya dengan istiqomah dan hasilnya, hati menjadi tenang, perilaku jadi sopan, dan kesalehan akan terpancar sehingga auranya sangat positif.
Berikut ini cara-cara mudah untuk menjadi muslimah yang shalihah:
Pernahkah Anda mendengar ungkapan “shalat adalah tiangnya agama” ? Jika ingin bertambah taat maka jagalah sembahyang. Usahakan untuk sholat selalu tepat waktu, jadi setelah mendengar adzan langsung ke keran untuk berwudhu lalu sholat. Jangan menunda shalat karena bisa-bisa lupa dan akhirnya jadi kebiasaan buruk.
Menjadi wanita muslimah yang taat sebenarnya amat mudah dan dimulai dari mengubah kebiasaan tentang shalat. Jika shalat di awal waktu, kalau bisa berjamaah (baik di rumah maupun masjid/musala) maka hati akan tenang dan tidak terburu-buru. Ketika sudah shalat maka bisa beraktivitas lain dengan tentram dan tidak mudah stress, karena ibadah ini menambahkan rasa adem di hati.
Shalat wajib dilakukan 5 kali sehari bagi seluruh umat muslimin/muslimah, dan sudahkah Anda menambahnya dengan shalat sunnah? Ada beberapa shalat sunnah yang bisa dilakukan untuk menambah keimanan, misalnya shalat rawatib, tahajud, dan dhuha. Meskipun sunnah tetapi shalat itu memiliki efek yang baik, selain menambah pahala juga menambah kadar keimanan dan juga rasa damai di dalam kalbu.
Berapa kali Anda berwudhu dalam sehari? Sebagai wanita muslimah yang taat, Anda pasti berwudhu minimal 5 kali dalam sehari, sebelum menunaikan shalat wajib. Namun frekuensi wudhu bisa ditambah karena menjaga wudhu bisa mengenyahkan dosa-dosa kecil. Sebelum salat sunnah pasti berwudhu, bukan?
Begitu pula dengan berwudhu kala sedang emosi, akan menurunkan tensi dan amarah agar tidak membara. Jika Anda menjaga wudhu, dalam artian setelah menunaikannya ternyata batal, maka ulangi lagi wudhunya. Rasakan efek positifnya: hati jadi bahagia, damai, dan tidak mudah mengamuk. Wajah Anda juga jadi bercahaya karena memancarkan aura yang super positif.
Sudahkah Anda mengenakan hijab atau kerudung saat keluar rumah? Memakai hijab adalah sebuah kewajiban agar menjadi wanita muslimah yang taat. Pasalnya, ini sudah tercantum di dalam al-quran dan menjadi perintah dari-Nya. Hijab bukanlah suatu pembatasan, melainkan sebuah kehormatan karena melindungi para wanita dari sengatan panas dan pandangan liar di luar sana.
Saat memakai hijab, maka aurat juga ditutup dengan sempurna dengan mengenakan pakaian berlengan panjang dan bawahan yang panjang juga (semata kaki). Baju atasan dan bawahan harus longgar karena tidak boleh memperlihatkan lekuk tubuh, sehingga untuk amannya memakai gamis saja. Sedangkan untuk alas kaki bisa pakai sepatu atau sandal plus kaos kaki sehingga benar-benar tertutup.
Sedekah tidak akan pernah mengurangi pundi-pundi harta, malah akan bertambah ketika Anda menjadi seorang dermawan. Usahakan untuk bersedekah tiap kali gajian atau mendapatkan bonus dari kantor, atau bagi ibu rumah tangga bersedekah setelah mendapat uang dapur dari suami. Sedekah yang ikhlas akan dibalas berlipat ganda, bisa dengan uang, keselamatan (tidak jadi kecelakaan), kesehatan, dll.
Lantas berapa nominal sedekah yang dianjurkan? Minimal 2,5% dari harta yang dipunya, tetapi menurut Ustad KH Yusuf Mansur sebaiknya sedekah minimal 10% dari total uang. Jadi setiap habis gajian, ambil sepersepuluhnya lalu masukkan ke kotak amal masjid atau berikan ke yayasan panti asuhan.
Jika Anda hanya punya uang 15.000 lalu menyedekahkan 5.000 rupiah ke pengemis, itu tidak apa-apa. Yang penting dilakukan dengan ikhlas. Sedekah tidak harus dilihat nominalnya, walau dengan sedekah yang besar akan lebih baik. Namun, sedekah yang kecil tapi ikhlas akan berpahala. Dengan bersedekah maka hati jadi tentram dan sudah pasti Anda disayang oleh Allah.
Seorang wanita muslimah yang taat selalu bertutur kata yang baik karena ia mengikuti perkataan nabi: “berucap yang baik atau diam.” Ketika ada kecelakaan, dia tidak bilang “aduh!” tetapi innalillahi. Lantas saat ada yang menyebalkan bukannya bilang “huh!” tapi yang diucapkan adalah astaghfirullah.
Coba untuk ucapkan segala sesuatu dengan kalimat thayyibah atau asma Allah, agar tutur kata Anda menjadi baik. Wanita muslimah dikenal dengan kelembutan ujarannya dan tidak akan misuh-misuh sembarangan dan berucap yang memalukan di depan umum. Apalagi jika Anda sudah berstatus ibu, berucap yang baik akan otomatis ditiru oleh para bocah dan sekeluarga akan mendapat rahmat, karena berhasil berkata-kata positif tanpa mencela atau mengeluh.
Selain menjaga omongan, seorang muslimah juga wajib menjaga attitude dan bersikap sopan di depan orang lain. Penyebabnya karena jika sudah berucap positif alangkah baiknya memiliki tindak-tanduk yang positif juga. Jadi segala kelakuan akan dijaga dengan sesopan-sopannya. Misalnya memberikan barang dengan tangan kanan, menyapa tetangga dengan ramah, menolong rekan kerja, dll.
Bersikap sopan tentu mudah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, bukan? Seorang muslimah tentu meneladani nabi dan istrinya, sehingga otomatis meniru Rasul yang sangat sopan, bahkan kepada pembantunya pun tak pernah memerintah dengan keras. Cerminan seorang muslimah yang shalihah adalah dari kelakuannya di rumah.
Seorang wanita muslimah yang taat hanya mau mengkonsumsi makanan yang halal dan meneliti apakah produk-produk yang dibeli di pasar atau minimarket sudah berstatus halal MUI. Apalagi pada produk yang tidak dibuat di Indonesia, harus diteliti apakah sudah halal atau belum. Jangan sembarangan saat berbelanja karena makanan yang haram berpengaruh negatif bagi tubuh dan bahaya bagi anak-anak.
Begitu pula dengan makanan yang dibeli dari gaji suami, apakah uang itu 100% halal? Jangan sampai suami lupa diri dan memberi nafkah dari hasil korupsi atau kecurangan lainnya. Jika beras yang dijual halal tetapi dibeli dengan uang haram, maka statusnya berubah jadi haram.
Boros adalah temannya syaitonirojim. Pernahkah suatu saat Anda mendengar kalimat tersebut? Mungkin terdengar mengerikan, tetapi boros adalah penyakit. Wanita muslimah tahu kapan saat berbelanja dan kapan harus menabung, sehingga tidak besar pasak daripada tiang, yang bisa membuat kehidupan rumah tangga auto oleng.
Ketika ingin jadi wanita muslimah yang taat maka Anda bisa langsung mempraktikannya tiap hari, misalnya dengan shalat 5 waktu di awal waktu dan juga menjaga wudhu. Selain itu, wajib untuk menutup aurat dengan sempurna, tidak boros, dan memperhatikan kehalalan makanan yang dikonsumsi. Tidak terlalu sulit kan cara-caranya?
Silakan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut:
| : 0818-0749-7777 | |
| : 0818-0748-7777 |
HIJAB.ID
Ruko Puri Dago no. A3
Jl. Terusan Jakarta, Antapani, Bandung 40293
Jawa Barat - Indonesia
Pembeli dari Lampung membeli Hijab Instan
Pembeli dari Bandung membeli Hijab Instan
Pembeli dari Semarang membeli hijab
Pembeli dari Purwakarta membeli Hijab Instan
Pembeli dari Samarinda membeli hijab
Pembeli dari Riau membeli Hijab Instan
Pembeli dari Jakarta membeli hijab
Pembeli dari Depok membeli Hijab Instan
Pembeli dari Bengkulu membeli hijab
Pembeli dari Lampung membeli hijab
Pembeli dari Jakarta membeli hijab
Pembeli dari Bandung membeli hijab
Pembeli dari Palembang membeli Hijab Instan
Pembeli dari Jakarta membeli Homewear
Pembeli dari Samarinda membeli Hijab Instan
Pembeli dari Bali membeli hijab
Pembeli dari Makasar membeli hijab
Pembeli dari Jakarta membeli Headloop Mask
Pembeli dari Surabaya membeli Headloop Mask
Pembeli dari Medan membeli hijab
Pembeli dari Jakarta membeli Hijab Instan
Pembeli dari Medan membeli hijab
Pembeli dari Bekasi membeli Hijab Instan
Pembeli dari Jakarta membeli hijab
Pembeli dari Tangerang membeli hijab
Pembeli dari Yogyakarta membeli hijab
Pembeli dari Surabaya membeli hijab
Pembeli dari Lombok membeli hijab
Pembeli dari Bogor membeli hijab
Pembeli dari Bekasi membeli Hijab Instan
Pembeli dari Bekasi membeli hijab
Pembeli dari Surabaya membeli hijab
Pembeli dari Jakarta membeli voal plain
Pembeli dari Jakarta membeli Hijab Instan
Pembeli dari Aceh membeli Hijab
Pembeli dari Tangerang Selatan membeli hijab
Pembeli dari Lombok membeli Hijab Instan
Pembeli dari Samarinda membeli voal plain
Pembeli dari Cirebon membeli hijab